• Vitamin

    Vitamin
    Macam-macam vitamin

    imunitas

    imunitas
    IMUNITAS

    Apa itu Kesehatan

    Apa itu Kesehatan
    Selamat Belajar

    Latest Posts

    14 Desember 2021

    Cara Mendampingi dan Mengatasi Anak Hiperaktif

    Muhammad Aqil Nuur Al-Farabi

     


    Merawat dan mendampingi anak hiperaktif memang membutuhkan kesabaran serta tenaga ekstra. Agar anak hiperaktif bisa tumbuh dan berkembang secara optimal, orang tua perlu memahami perilaku mereka dan cara mengasuhnya.

    Selalu aktif dan energik merupakan hal yang umum terlihat pada anak, terutama pada masa prasekolah.

    Cara Mendampingi dan Mengatasi Anak Hiperaktif - Alodokter

    Namun, Anda patut waspada bila perilaku aktifnya justru membuat mereka kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari atau bahkan menyebabkan gangguan interaksi dengan teman sebayanya. Kondisi ini bisa jadi merupakan gejala attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

    Kategori Anak Hiperaktif atau ADHD

    Perilaku anak hiperaktif atau anak dengan ADHD dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu kurang memperhatikan (inatensi) dan tidak bisa diam atau hiperaktif-impulsif.

    Anak hiperaktif dengan kategori inatensi memiliki gejala sebagai berikut:

    • Mudah teralihkan dan memiliki perhatian yang pendek
    • Seringkali ceroboh dalam mengerjakan sesuatu
    • Mudah lupa atau kehilangan sesuatu
    • Selalu tidak tepat dalam menjalankan sebuah instruksi
    • Sulit mengikuti aktivitas yang menghabiskan terlalu banyak waktu
    • Kesulitan dalam mengatur tugas

    Sementara itu, anak hiperaktif dengan kategori hiperaktif-impulsif memiliki gejala berikut ini:

    • Tidak bisa duduk diam, terutama dalam lingkungan yang tenang
    • Selalu merasa gelisah
    • Sulit berkonsentrasi saat mengerjakan tugas
    • Suka menggerakkan tubuhnya secara berlebihan
    • Sering atau banyak berbicara
    • Tidak bisa menunggu giliran
    • Sering bertindak tanpa berpikir
    • Tidak memiliki rasa takut

    Anak dengan ADHD bisa lebih dominan ke salah satu kategori tersebut dan bisa juga kombinasi keduanya. Beberapa gejala di atas dapat menyebabkan masalah yang signifikan dalam kehidupan anak, seperti prestasi yang rendah di sekolah, interaksi sosial yang buruk, serta tingkat disiplin yang rendah.

    Cara Mendampingi Anak Hiperaktif

    Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan anak hiperaktif. Namun, kondisi ini dapat dikelola melalui dukungan dan pendidikan yang tepat untuk orang tua dan anak. Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat untuk mengontrol gejala ADHD yang muncul dan menganjurkan terapi.

    Jika Anda memiliki anak hiperaktif, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengontrol perilaku anak:

    1. Membangun kehidupan anak yang terorganisir dan terstruktur

    Bantulah anak Anda dalam mengelola kehidupannya, seperti mengatur waktu beraktivitas atau menjaga lingkungannya tetap rapi.

    Berikan pula instruksi yang terstruktur, singkat, dan spesifik. Contohnya,”Tolong bantu Ibu menaruh mainan di kotak mainan dan mengembalikan buku ke rak.”, lalu berikan anak pujian jika ia melakukannya dengan benar.

    2. Menciptakan waktu tidur yang teratur

    ADHD dapat menyebabkan masalah tidur yang membuat gejalanya semakin parah. Ciptakan waktu tidur anak yang baik dengan tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya.

    Hindari bermain komputer atau menonton TV sebelum tidur karena dapat mengganggu waktu istirahatnya.

    3. Menerapkan disiplin positif pada anak

    Terapkanlah disiplin yang tegas dengan penuh kasih sayang. Anda dapat melakukannya dengan cara menghargai perilaku baik yang anak lakukan dan mencegah perilaku negatif yang berada di luar kendali.

    Jangan hanya mengucapkan terima kasih ketika ia membantu Anda, tapi singgung pula usaha yang ia lakukan. Misalnya, “Terima kasih sudah membantu ibu mencuci piring.” Dengan cara ini, anak menjadi tahu tindakan apa saja yang tergolong baik.

    4. Menghabiskan waktu bersama anak

    Luangkan waktu Anda setiap harinya untuk sekadar berbincang dan beraktivitas bersama anak. Berikan anak Anda perhatian penuh dan pujilah perilaku positif yang ia lakukan.

    Anda juga dapat menghabiskan waktu bersama anak Anda dengan melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan keliling komplek atau berolahraga. Namun, pastikan ia tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat saat dekat dengan waktu tidurnya.

    5. Membina hubungan keluarga yang sehat

    Hubungan antara semua anggota keluarga berperan besar dalam mengelola atau mengubah perilaku anak hiperaktif. Pasangan suami-istri dengan ikatan yang kuat sering kali merasa lebih mudah menghadapi tantangan menjadi orang tua.

    Upayakan untuk menjalin komunikasi yang sehat dengan anak Anda. Jika ia mengajak Anda bicara, tanggapi dengan tenang dan sabar.

    Cara Mengatasi Kesulitan Belajar pada Anak Hiperaktif

    Anak hiperaktif lebih sulit berkonsentrasi dan beradaptasi di kelas dibandingkan dengan teman-teman sebayanya. Kondisi ini bisa berdampak negatif pada perkembangan akademis dan rasa percaya diri mereka.

    Meski begitu, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk membantu perkembangan akademis anak Anda, antara lain:

    • Beritahu pihak sekolah terkait kebutuhan khusus anak agar guru dapat menentukan metode belajar yang tepat.
    • Usahakan untuk selalu berdiskusi dengan guru yang mengajar anak di sekolah.
    • Bantulah anak dalam mengerjakan pekerjaan rumah atau proyek dari sekolah lainnya.
    • Bantulah anak dalam mengembangkan kelebihan dan kepercayaan dirinya. Fasilitasi anak dengan barang-barang yang ia butuhkan untuk mendukung bakatnya.
    • Sekolahkan anak di sekolah berkebutuhan khusus guna membantu anak hiperaktif mengatasi kesulitan belajar.

    Selain itu, Anda juga bisa mempertimbangkan homeschooling untuk anak ADHD. Metode pembelajaran ini menekankan hal-hal dasar yang dapat mendukung tumbuh kembang anak hiperaktif, seperti menciptakan rutinitas, mengelola kecemasan, dan meningkatkan komunikasi.

    Homeschooling tentunya bisa memberikan Anda lebih banyak waktu untuk menghabiskan waktu bersama anak dan membantunya mengembangkan minat, bakat, serta rasa percaya diri.

    Dukungan penuh dari orang tua, tenaga pengajar, dan orang-orang di sekitarnya sangatlah penting untuk tumbuh kembang anak hiperaktif. Bawalah ia ke dokter secara berkala untuk memastikan perkembangannya. Anda juga bisa meminta bantuan terapis profesional untuk memberikan pelatihan atau bimbingan khusus.

    7 Cara Efektif Mencegah Gigitan Nyamuk

    Muhammad Aqil Nuur Al-Farabi

     


    Mencegah gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari menjaga kebersihan rumah hingga menggunakan produk antinyamuk. Hal ini penting dilakukan agar Anda dan keluarga terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.

    Gigitan nyamuk dapat menyebabkan bentol berwarna kemerahan di kulit dan terasa gatal. Tak hanya itu, sebagian jenis nyamuk juga dapat membawa virus, kuman, atau parasit yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti demam berdarahmalaria, dan kaki gajah. Inilah alasan mengapa Anda perlu melakukan langkah-langkah untuk mencegah gigitan nyamuk.

    7 Cara Efektif Mencegah Gigitan Nyamuk - Alodokter

    Cara Efektif Mencegah Gigitan Nyamuk

    Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah gigitan nyamuk:

    1. Gunakan produk pengusir nyamuk

    Ada banyak jenis produk pengusir nyamuk yang tersedia di pasaran, seperti obat nyamuk atau raket listrik. Namun, dalam penggunaannya, Anda harus memperhatikan aspek keamanan, terutama jika ada bayi dan anak-anak atau penderita asma di rumah.

    Obat nyamuk bakar dan elektrik memang cukup efektif untuk mengusir nyamuk. Namun, asap dan bahan kimia yang terkandung di dalamnya berpotensi menyebabkan masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan dan iritasi.

    Oleh karena itu itu, jauhkan diri Anda dan keluarga saat obat nyamuk menyala dan hindari menggunakan obat nyamuk saat tidur.

    Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan raket listrik untuk membasmi nyamuk, baik di dalam maupun di luar ruangan. Alat ini aman digunakan karena bebas bahan kimia. Namun, jangan lupa untuk menjauhkan alat ini dari jangkauan anak-anak agar tidak tersengat listrik.

    2. Pasanglah kelambu atau gunakan kipas angin

    Anda bisa memasang kelambu di sekeliling tempat tidur untuk menghalau gigitan nyamuk. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan kipas angin untuk mencegah nyamuk menempel dan menggigit kulit.

    3. Pastikan tidak ada genangan air

    Genangan air merupakan tempat ideal bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak. Oleh karena itu, pastikan tidak ada air yang menggenang dengan cara menutup wadah atau benda, seperti ember, kaleng bekas, dan sampah plastik.

    Untuk tempat penampungan air, seperti tangki air dan bak mandi, Anda bisa menaburkan larvasida agar jentik nyamuk tidak berkembang biak.

    4. Bersihkan lingkungan sekitar rumah

    Tak hanya di dalam rumah, menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah juga penting dilakukan guna mencegah gigitan nyamuk. Oleh karena itu, sapu halaman rumah setiap hari serta pangkas rumput dan tanaman secara rutin.

    Selain itu, pasang kasa antinyamuk di pintu dan jendela agar nyamuk tidak dapat masuk ke dalam rumah.

    5. Gunakan aromaterapi pengusir nyamuk

    Untuk menjauhkan diri dari gigitan nyamuk, Anda juga dapat menggunakan aromaterapi. Tak hanya itu, aromaterapi juga bisa menyegarkan dan mengharumkan ruangan. Beberapa jenis minyak esensial, seperti serai, lavender, eukaliptus, lemon, dan jeruk, diketahui efektif untuk mengusir nyamuk.

    6. Oleskan minyak atau losion antinyamuk

    Untuk mencegah gigitan nyamuk, Anda bisa menggunakan losion antinyamuk. Pilihlah losion berbahan lembut, seperti picaridin dan minyak lemon eukaliptus.

    Setelah mengoleskan losion antinyamuk, jangan lupa untuk mencuci tangan agar losion tersebut tidak tertelan atau menimbulkan iritasi pada mata. Selain itu, hindari penggunaan losion pada anak di bawah usia 3 tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta hindari penggunaannya di area wajah.

    Tak hanya losion antinyamuk, Anda juga bisa menggunakan minyak telon dan minyak kayu putih. Kandungan dan aroma yang dimiliki kedua jenis minyak tersebut dapat menjauhkan Anda dari gigitan serangga tersebut.

    7. Bersihkan kulit setelah digigit nyamuk

    Hindari menggaruk kulit yang digigit nyamuk walau terasa gatal. Menggaruk dapat menyebabkan luka pada kulit, sehingga memungkinkan masuknya bakteri penyebab infeksi.

    Akan lebih baik bila Anda segera membersihkan kulit yang digigit nyamuk dengan sabun yang lembut dan air hangat. Setelah itu, oleskan losion kalamin untuk mengurangi rasa gatal. Jika gatal yang dialami cukup parah, Anda bisa mengoleskan salep yang mengandung hidrokortison atau mengonsumsi obat antihistamin.

    Langkah untuk mencegah gigitan nyamuk juga dapat dilakukan dengan pengasapan (fogging) oleh petugas setempat. Cara ini biasanya dilakukan saat terjadi peningkatan kasus demam berdarah di suatu wilayah, misalnya sekolah, perkantoran, atau perumahan.

    Selain itu, Anda juga perlu menjaga kebersihan lingkungan dan membasmi sarang nyamuk, agar serangga ini tidak berkembang biak di sekitar rumah Anda.

    Lakukan beragam cara mencegah gigitan nyamuk seperti yang telah dijelaskan di atas, untuk menghindari beragam penyakit yang bisa disebarkan oleh nyamuk. Jika Anda mengalami demam yang disertai lemas, nyeri otot, atau sakit kepala, segeralah periksakan diri ke dokter.

    Gangguan Mental

    Muhammad Aqil Nuur Al-Farabi

     


    Gangguan mental atau gangguan jiwa adalah penyakit yang memengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku penderitanya. Sama halnya dengan penyakit fisik, penyakit mental juga ada obatnya.

    Di Indonesia, penderita gangguan mental diidentikkan dengan sebutan ‘orang gila’ atau ‘sakit jiwa’, dan sering mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan, bahkan hingga dipasung. Padahal, penderita gangguan mental bisa dibawa ke rumah sakit untuk diberikan pengobatan.

    kesehatan mental - alodokter

    Ada banyak faktor yang bisa memicu terjadinya gangguan mental, mulai dari menderita penyakit tertentu sampai mengalami stres akibat peristiwa traumatis, seperti ditinggal mati orang yang disayang, kehilangan pekerjaan, atau terisolasi untuk waktu yang lama.

    Mengingat peristiwa-peristiwa traumatis tersebut kerap dialami banyak orang akhir-akhir ini, maka tak heran adanya pandemi COVID-19 juga sering dikaitkan dengan munculnya gangguan mental pada seseorang.

    Bila Anda memerlukan pemeriksaan COVID-19, klik tautan di bawah ini agar Anda dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat:

    Gejala Gangguan Mental

    Gejala dan tanda gangguan mental tergantung pada jenis gangguan jiwa yang dialami. Penderita bisa mengalami gangguan pada emosi, pola pikir, dan perilaku. Beberapa contoh gejala dan ciri-ciri gangguan mental adalah:

    • Waham atau delusi, yaitu meyakini sesuatu yang tidak nyata atau tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
    • Halusinasi, yaitu sensasi ketika seseorang melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak nyata.
    • Suasana hati yang berubah-ubah dalam periode-periode tertentu.
    • Perasaan sedih yang berlangsung hingga berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
    • Perasaan cemas dan takut yang berlebihan dan terus menerus, sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
    • Gangguan makan misalnya merasa takut berat badan bertambah, cenderung memuntahkan makanan, atau makan dalam jumlah banyak.
    • Perubahan pada pola tidur, seperti mudah mengantuk dan tertidur, sulit tidur, serta gangguan pernapasan dan kaki gelisah saat tidur.
    • Kecanduan nikotin dan alkohol, serta penyalahgunaan NAPZA.
    • Marah berlebihan sampai mengamuk dan melakukan tindak kekerasan.
    • Perilaku yang tidak wajar, seperti teriak-teriak tidak jelas, berbicara dan tertawa sendiri, serta keluar rumah dalam kondisi telanjang.

    Selain gejala yang terkait dengan psikologis, penderita gangguan mental juga dapat mengalami gejala pada fisik, misalnya sakit kepala, sakit punggung, dan sakit maag.

    Kapan harus ke dokter

    Segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater) bila Anda mengalami gejala di atas, terutama jika beberapa gejala tersebut muncul secara bersamaan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Bila orang di sekitar Anda menunjukkan gejala gangguan mental, ajak dia berbagi dan bicara baik-baik mengenai gejala yang dialaminya. Jika memungkinkan, ajak dia menemui psikiater.

    Lekas ke IGD rumah sakit jiwa jika muncul gelagat untuk melukai diri sendiri dan orang lain, terutama jika muncul keinginan untuk bunuh diri. Bila hal tersebut terjadi pada orang di sekitar Anda, tetaplah bersamanya dan hubungi nomor darurat.

    Penyebab Gangguan Mental

    Belum diketahui secara pasti apa penyebab gangguan mental. Namun, kondisi ini diketahui terkait dengan faktor biologis dan psikologis, sebagaimana akan diuraikan di bawah ini:

    Faktor biologis (atau disebut gangguan mental organik)

    • Gangguan pada fungsi sel saraf di otak.
    • Infeksi, misalnya akibat bakteri Streptococcus.
    • Kelainan bawaan atau cedera pada otak.
    • Kerusakan otak akibat terbentur atau kecelakaan.
    • Kekurangan oksigen pada otak bayi saat proses persalinan.
    • Memiliki orang tua atau keluarga penderita gangguan mental.
    • Penyalahgunaan NAPZA dalam jangka panjang, misalnya heroin dan kokain.
    • Kekurangan nutrisi.

    Faktor psikologis

    • Peristiwa traumatik, seperti kekerasan dan pelecehan seksual.
    • Kehilangan orang tua atau disia-siakan di masa kecil.
    • Kurang mampu bergaul dengan orang lain.
    • Perceraian atau ditinggal mati oleh pasangan.
    • Perasaan rendah diri, tidak mampu, marah, atau kesepian.

    Selain faktor psikologis yang telah disebutkan di atas, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa berada pada situasi pandemi, seperti pandemi COVID-19, juga bisa menjadi faktor pemicu stres yang kemudian membuat orang lebih rentan mengalami gangguan mental.

    Stres tersebut dapat berasal dari rasa takut dan khawatir tentang kesehatan, keuangan, atau pekerjaan, yang banyak terpengaruh akibat pandemi.

    Diagnosis Gangguan Mental

    Untuk menentukan jenis gangguan mental yang diderita pasien, psikiater akan melakukan pemeriksaan medis kejiwaan dengan mewawancarai pasien atau keluarganya. Pertanyaan yang akan diajukan meliputi:

    • Gejala yang dialami, termasuk sejak kapan gejala muncul dan dampaknya pada aktivitas sehari-hari.
    • Riwayat penyakit mental pada pasien dan keluarganya.
    • Peristiwa yang dialami pasien di masa lalu yang memicu trauma.
    • Obat-obatan dan suplemen yang pernah atau sedang dikonsumsi.

    Guna menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Salah satu pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah tes darah.

    Melalui tes darah, dokter dapat mengetahui apakah gejala pada pasien disebabkan oleh gangguan tiroid, kecanduan alkohol, atau penyalahgunaan NAPZA.

    Contoh Gangguan Mental

    Setelah melakukan sejumlah pemeriksaan, dokter dapat menentukan jenis gangguan mental yang dialami pasien. Dari sekian banyak jenis gangguan mental, beberapa yang paling sering terjadi adalah:

    1. Depresi

    Depresi merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan penderitanya terus-menerus merasa sedih. Berbeda dengan kesedihan biasa yang berlangsung selama beberapa hari, perasaan sedih pada depresi bisa berlangsung hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

    2. Skizofrenia

    Skizofrenia adalah gangguan mental yang menimbulkan keluhan halusinasi, delusi, serta kekacauan berpikir dan berperilaku. Skizofrenia membuat penderitanya tidak bisa membedakan antara kenyataan dengan pikirannya sendiri.

    3. Gangguan kecemasan

    Gangguan kecemasan merupakan gangguan mental yang membuat penderitanya merasa cemas dan takut secara berlebihan dan terus menerus dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Penderita gangguan kecemasan dapat mengalami serangan panik yang berlangsung lama dan sulit dikendalikan.

    4. Gangguan bipolar

    Gangguan bipolar adalah jenis gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati. Penderita gangguan bipolar dapat merasa sangat sedih dan putus asa dalam periode tertentu, kemudian menjadi sangat senang dalam periode yang lain.

    5. Gangguan tidur

    Gangguan tidur merupakan perubahan pada pola tidur yang sampai mengganggu kesehatan dan kualitas hidup penderitanya. Beberapa contoh gangguan tidur adalah sulit tidur (insomnia), mimpi buruk (parasomnia), atau sangat mudah tertidur (narkolepsi).

    Pengobatan Gangguan Mental

    Pengobatan gangguan mental tergantung pada jenis gangguan yang dialami dan tingkat keparahannya. Selain terapi perilaku kognitif dan pemberian obat, dokter juga akan menyarankan pasien menjalani gaya hidup yang sehat.

    Terapi perilaku kognitif

    Terapi perilaku kognitif adalah jenis psikoterapi yang bertujuan mengubah pola pikir dan respons pasien, dari negatif menjadi positif. Terapi ini menjadi pilihan utama untuk mengatasi gangguan mental, seperti depresi, skizofrenia, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, dan gangguan tidur.

    Pada banyak kasus, dokter akan mengombinasikan terapi perilaku kognitif dan obat-obatan, agar pengobatan menjadi lebih efektif.

    Obat-obatan

    Untuk meredakan gejala yang dialami penderita dan meningkatkan efektifitas psikoterapi, dokter dapat meresepkan sejumlah obat berikut:

    Perubahan gaya hidup

    Menjalani gaya hidup sehat dapat memperbaiki kualitas tidur penderita gangguan mental yang juga mengalami gangguan tidur, terutama bila dikombinasikan dengan metode pengobatan di atas. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

    • Mengurangi asupan gula dalam makanan.
    • Memperbanyak makan buah dan sayur.
    • Membatasi konsumsi minuman berkafein.
    • Berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
    • Mengelola stres dengan baik.
    • Melakukan olahraga secara rutin.
    • Makan cemilan dengan sedikit karbohidrat sebelum tidur.
    • Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari.

    Jika mengalami gangguan mental yang cukup parah, penderita perlu menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Demikian juga jika penderita tidak bisa menjalani perawatan mandiri atau sampai melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

    Komplikasi Gangguan Mental

    Gangguan mental dapat menyebabkan komplikasi serius, baik pada fisik, emosi, maupun perilaku. Bahkan, satu gangguan mental yang tidak diatasi bisa memicu gangguan mental lainnya. Beberapa komplikasi yang bisa muncul adalah:

    • Perasaan tidak bahagia dalam hidup.
    • Konflik dengan anggota keluarga.
    • Kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain.
    • Terasing dari kehidupan sosial.
    • Kecanduan rokok, alkohol, atau NAPZA.
    • Keinginan untuk bunuh diri dan mencelakai orang lain.
    • Terjerat masalah hukum dan keuangan.
    • Rentan sakit akibat sistem kekebalan tubuh menurun.

    Pencegahan Gangguan Mental

    Tidak semua gangguan mental dapat dicegah. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko serangan gangguan mental, yaitu:

    • Tetap berpartisipasi aktif dalam pergaulan dan aktivitas yang disenangi.
    • Berbagilah dengan teman dan keluarga saat menghadapi masalah.
    • Lakukan olahraga rutin, makan teratur, dan kelola stres dengan baik.
    • Tidur dan bangun tidur teratur pada waktu yang sama setiap harinya.
    • Coba latihan untuk menenangkan pikiran dan relaksasi, misalnya dengan meditasi dan yoga
    • Jangan merokok dan menggunakan NAPZA.
    • Batasi konsumsi minuman beralkohol dan minuman berkafein.
    • Konsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter, sesuai dosis dan aturan pakai.
    • Segera ke dokter atau psikolog untuk menjalani skrining awal kesehatan mental, atau bila muncul gejala gangguan mental.

    Jenis-Jenis Diet untuk Dapatkan Berat Badan Ideal

    Muhammad Aqil Nuur Al-Farabi

     


    Ada banyak sekali jenis diet untuk mendapatkan berat badan ideal. Mulai dari diet Atkins hingga diet golongan darah.

    Macam-macam diet sehat yang ada memang berfungsi untuk menurunkan berat badan. Sementara yang lain untuk menambah berat badan, menurunkan kolesterol, memperpanjang angka harapan hidup agar lebih bugar, dan banyak alasan lainnya.

    Demi memperoleh tubuh ideal tanpa mengeluarkan biaya mahal, Anda bisa mencoba salah satu dari jenis diet sehat berikut ini:

     

    1. Diet Atkins

    Diet Atkins menganggap kenaikan berat badan disebabkan oleh karbohidrat. Karenanya, jenis diet ini mengharuskan Anda untuk mengurangi makanan tinggi karbohidrat atau tidak sama sekali.

    Semakin rendah jumlah karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh, maka semakin baik pula hasilnya.

    Saat melakukan diet Atkins, yang menjadi sumber energi adalah protein dan lemak.

    2. Diet Golongan Darah

    Diet golongan darah diperkenalkan oleh dokter naturopati bernama Dr. Peter J. D’Adamo. Ia mengatakan, tubuh dapat mencerna makanan dengan lebih baik jika diet dilakukan sesuai golongan darah.

    Selain menerapkan pola makan berdasarkan golongan darah, diet ini juga menganjurkan orang untuk memilih jenis olahraga yang sesuai dengan golongan darah. Misalnya, yoga untuk golongan darah A, dan latihan aerobik untuk golongan darah O.


    3. Diet Paleo

    Diet Paleo, atau sering disebut diet manusia purba, adalah jenis diet yang menitikberatkan pada sumber makanan yang dapat diburu ataupun dipancing.

    Sebut saja daging merah, makanan laut, atau sumber makanan yang bisa dipetik hasilnya, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, sayuran, tanaman herbal, rempah-rempah, termasuk juga telur.

    Diet ini mengacu pada era kehidupan paleolitikum, sebelum ditemukannya teknik pertanian sekitar 10.000 tahun yang lalu.

    Jadi, segala jenis makanan yang diproses, seperti tanaman gandum dan kentang, tidak termasuk dalam diet ini.

    Mayoritas makanan dalam diet Paleo adalah makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat dengan sumber yang bervariasi, namun memenuhi syarat.

    4. Diet Vegetarian

    Mayoritas pelaku diet vegetarian menganut jenis lacto ovovegetarian. Jenis diet ini melarang makan makanan yang bersumber dari hewan, kecuali telur, produk susu, dan madu.

    Namun, ada jenis diet vegetarian lain—yakni diet vegan—yang melarang makanan apa pun yang berasal dari hewan tanpa kecuali.

    Selain sebagai pola makan, diet vegan juga merupakan cara hidup seseorang yang menjunjung keseimbangan lingkungan dan menghindari perilaku tidak etis pada hewan.

    Jenis diet vegetarian lainnya adalah fruitarian vegetarian, lacto ovo vegetarianovo vegetarian, pescatarian, dan pollotarian.

    Diet vegetarian bertujuan untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, maupun kanker.

    Beberapa studi menunjukkan bahwa pelaku diet vegetarian memiliki berat badan yang lebih rendah, lebih jarang menderita penyakit, dan memiliki rentang hidup lebih panjang dibanding dengan orang yang mengonsumsi daging.


    5. Diet Raw Food

    Selain menurunkan berat badan, diet raw food bertujuan untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

    Cara menjalani diet ini adalah dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang segar, bersifat organik, dan tidak diproses.

    Setidaknya 3/4 dari asupan makanan pada diet raw food berasal dari makanan yang tidak dimasak. Mayoritas pelaku diet ini juga merupakan pelaku diet vegan.

    Terdapat empat jenis diet raw food, yakni raw vegetarian, raw vegan, raw omnivore, dan raw carnivore.

    6. Diet Mediterania

    Diet Mediterania mengacu pada kebiasaan makan masyarakat Eropa Selatan, seperti Yunani, Kreta, dan Italia selatan.

    Tujuan diet ini adalah untuk mengurangi risiko penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, serta kanker.

    Diet Mediterania menekankan pada konsumsi sayuran. Sumber utama lemak pada diet ini meliputi kacang-kacangan, serealia, biji-bijian, dan minyak zaitun, disertai produk susu seperti keju dan yoghurt, ikan dan unggas dalam jumlah sedang.

    Anda juga bisa mengonsumsi sekitar empat butir telur per minggu, daging merah dalam jumlah sedikit, dan konsumsi makanan penutup berupa buah-buahan segar.



    7. Diet Zone

    Jenis diet ini menekankan keseimbangan asupan karbohidrat (40%), lemak (30%), dan protein (30%) dalam setiap kali makan. Tujuan diet Zone adalah mengontrol kadar insulin darah yang akan berdampak baik pada berat badan.

    Karbohidrat yang digunakan dalam diet ini adalah karbohidrat berkualitas baik yang belum diproses (unrefined carbohydrate), dan lemak yang berasal dari minyak zaitun, kacang-kacangan, serta alpukat.


    8. Diet South Beach

    Diet South Beach digagas oleh seorang dokter yang berasal dari Miami Florida, Arthur Agatson, MD.

    Cara penerapan diet South Beach hampir sama dengan diet Atkins, yaitu dengan pembatasan karbohidrat secara ketat.

    Bedanya, diet South Beach memiliki pembatasan jumlah lemak jenuh dan menggantinya dengan lemak tak jenuh.

    9. Diet Weight Watchers

    Diet Weight Watchers memerlukan komitmen yang sangat kuat dari orang yang menjalankannya. Sebab, jenis diet ini tidak mencantumkan makanan yang dilarang atau disarankan.

    Semua makanan mempunyai sistem poin. Artinya, tak sembarang orang yang bisa melakukan diet ini. Hanya mereka yang dapat menghitung kalori saja yang dapat melakukannya.

    Diet model ini biasanya membutuhkan bantuan dokter ahli gizi untuk membuatkan menu untuk pasiennya yang ingin mengurangi berat badan.


    10. Diet Ayurveda

    Diet Ayurveda berasal dari India. Jenis diet ini membagi tubuh manusia menjadi tiga tipe berdasarkan jenis metabolismenya, yaitu vata (katabolik), kapha (anabolik), dan pitta (metabolik).

    Tujuan diet Ayurveda adalah menjaga tipe tubuh sesuai bawaan lahir dan menjalani pola makan sesuai tipe ini.

    Selain mengonsumsi makanan sesuai jenis metabolisme tubuh, diet ini juga menyarankan hal-hal berikut:

    • Makan dalam keadaan santai.
    • Mengatur jarak makan yang baik.
    • Menghindari ngemil di antara makan berat.
    • Memilih memasak makanan sendiri dibandingkan makan makanan dari luar.

    Selain itu, diet Ayurveda juga mengajak pelakunya untuk memilih makanan yang tumbuh sesuai musim berjalan, dengan pemahaman bahwa alam telah menyediakan jenis bahan makanan yang sesuai untuk dikonsumsi pada musim tersebut.


    11. Diet Ketogenik

    Diet ketogenik telah digunakan selama beberapa dekade sebagai pengobatan untuk epilepsi, dan juga sedang diteliti lebih lanjut untuk kegunaan lain.

    Bila menjalani jenis diet ini, Anda dianjurkan mengurangi asupan karbohidrat. Sebaliknya, asupan lemak perlu ditingkatkan. Dengan begitu, tubuh akan membakar lemak sebagai bahan bakar, bukan karbohidrat.

    Menu pada diet ketogenik yakni lemak sehat, seperti yang ada dalam alpukat, kelapa, kacang Brazil, biji-bijian, ikan berminyak, dan minyak zaitun.

    Diet ketogenik menyebabkan pemecahan timbunan lemak untuk bahan bakar dan menciptakan zat yang disebut keton melalui proses ketosis.

    Diet ini berisiko terhadap kejadian ketoasidosis untuk orang dengan diabetes tipe 1. Koma diabetes dan kematian juga dapat menjadi efek buruk dari tipe diet ini.


    12. Diet Rendah Karbohidrat dan Makanan Utuh

    Diet rendah karbohidrat dan makanan utuh sangat cocok untuk orang yang perlu menurunkan berat badan, mengoptimalkan kesehatan, dan menurunkan risiko penyakit.

    Jenis diet sehat ini cukup fleksibel. Anda menyempurnakan sendiri asupan karbohidrat tergantung pada tujuan Anda.

    Diet ini tinggi sayuran, daging, ikan, telur, buah-buahan, kacang-kacangan, dan lemak tetapi rendah pati, gula, dan makanan olahan.


    Apa pun jenis diet yang Anda pilih, sebaiknya barengi dengan berolahraga secara rutin dan konsisten. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter spesialis ataupun ahli gizi sebelum memulai diet.